Aplikasi Gravitasi

Ternyata, Embun Bergerak Melawan Gravitasi

embun-pagi-morning-dew.jpg

Pernahkah melihat bagaimana embun terbentuk dan menetes dari sebuah daun rumput? Jika diperhatikan, embun tak langsung menetes begitu saja. Embun yang ada di bagian bawah daun atau rumput bergerak ke atas hingga ke ujung daun sebelum akhirnya menetes.

Pergerakan embun ke atas bertentangan dengan gaya gravitasi. Seharusnya, di mana pun ada, embun akan selalu bergerak ke bawah, tak perlu menuju ujung daun.
Pertanyaannya kemudian, mengapa fenomena embun ini terjadi di rumput? Apa sebabnya?
Fenomena yang mungkin dianggap sepele ini diteliti oleh Martin ER Shanahan, ilmuwan dari Universitas Bordeaux, Perancis. Hasil penelitian dipublikasikan di American Chemical Society Journal.
Shanahan membuat pemodelan tetes embun dan tetes air yang lebih bervolume. Ia menemukan bahwa embun mampu menurunkan energi saat bergerak ke ujung daun rumput.
Analisis juga dilakukan pada bentuk daun rumput. Semakin ke atas, lebar daun semakin kecil. Ada gaya yang menarik tetes embun menuju ke bagian daun yang lebih sempit. Gaya ini lebih besar daripada gravitasi sehingga embun cenderung bergerak ke ujung daun.
Sampai di ujung daun, satu-satunya gaya yang bekerja adalah gravitasi. Alhasil, baru di titik itulah embun bergerak jatuh bebas menuju tanah.
Fenomena yang sama mungkin takkan terjadi apabila lebar daun sama. Jika lebar daun sama, embun akan terdistribusi secara acak di permukaan daun. (New York Times)
Editor : Iwan Ogan Apriansyah     ||     Sumber : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s