Kisi-Kisi Ujian Akhir Semester Ganjil 2016

Selama satu semester telah kita jalankan kegiatan belajar mengajar untuk semua mata pelajaran. Tentu nya setiap kegiatan dibutuhkan evaluasi yang dapat mengukur kemampuan siswa dalam menguasai semua standar kompetensi. Untuk mata pelajaran Fisika akan di adakan evaluasi dalam bentuk UAS pada hari Senin Tanggal 5 Desember 2016. Belajar adalah cara yang palin ampuh agar dapat menyelesaikan ujian ini dengan sempurna. Salah satu cara suskses dalam mengikuti ujian ini tentu dengan memahami dan mempelajari kisi-kisi ujian. Kisi ujian fisika silahkan kalian klik tautan dibawah ini :

kisi-kisi-uas-semester-ganjil-2016

Semoga kalian semua sukses dalam mengikuti UAS tahun ini dengan hasil yang sempurna dan maksimal…

Iklan

Mendikbud Wacanakan Hapus Ujian Nasional

Pemerintah mewacanakan untuk menghapuskan pelaksanaan ujian nasional di 30 persen sekolah yang memiliki nilai akademik di atas rata-rata standar nasional. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kantor Wakil Presiden.

Muhadjir menilai, sekolah yang memiliki nilai akademik di atas rata-rata nasional justru tak perlu mengikuti ujian nasional. Penghapusan pelaksanaan ujian nasional dilakukan untuk memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah tersebut.

“Persoalannya adalah sudah ada 30 persen sekolah yang dari segi integritas maupun skor akademik kan sudah di atas rata-rata nasional. Lah kalau sudah begitu apakah dia harus ikut ujian nasional lagi? Ikut dipetakan lagi? Itu kan ga perlu. Seharusnya dia diberi penghargaan. Tentu dia bisa melampaui standar nasional itu. Itu yang kita diskusikan dengan Pak JK,” kata Muhadjir di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (25/10).

Ia mengatakan, modifikasi pelaksanaan ujian nasional merupakan salah satu langkah evaluasi kebijakan. Sebab menurut dia, fungsi ujian nasional yakni sebagai pemetaan nilai akademik sekolah di seluruh Indonesia. Sehingga, dapat diketahui sekolah mana saja yang telah melampaui nilai standar nasional.

“Nantinya kemudian kita harus ada treatment, penanganan terhadap sekolah yang belum melampaui standart itu. Nanti setelah itu ditangani dalam waktu yang cukup, kita uji lagi, kita tes lagi. Sudah tercapai belum. Kalau sudah tercapai, berapa yang sudah tercapai. Kalau belum, berapa yang belum. Nanti kita treatment lagi,” jelas dia.

Langkah-langkah perbaikan terhadap sekolah yang belum dapat melampaui nilai standar tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas para gurunya. Selain itu, peningkatan kualitas laboratorium yang dinilai kurang memadai juga dapat diperbaiki dengan melakukan pembenahan-pembenahan.

“Jadi kita betul-betul fokus dari masalah. Tapi kalau kita hanya melihat secara nasional, kita kan ga bisa tahu dimana letak masalah yang standarnya masih lemah di mana, di kota mana, kita tidak bisa tahu,” tambah dia.

Lebih lanjut, penghapusan ujian nasional di 30 persen sekolah tersebut juga dilakukan untuk menghemat anggaran pemerintah. Anggaran itu nantinya akan digunakan untuk perbaikan kualitas di sekolah lain yang nilai akademiknya belum dapat melampaui nilai standar nasional. Kendati demikian, pemberlakukan wacana ini masih perlu dikonsultasikan dengan berbagai pihak.

“Hanya yang kita anggap sudah melampaui standar minimum itu mestinya sudah tidak perlu diuji lagi. Dengan begitu kita bisa menghemat biaya, dan biaya itu bisa kita gunakan untuk treatment itu,” kata Muhadjir.(Sumber ;REPUBLIKA.CO.ID,)

Unsri targetkan akreditasi internasional 2020

Unsri targetkan akreditasi internasional 2020

Palembang (ANTARA News) – Universitas Sriwijaya di Palembang Provinsi Sumatera Selatan menargetkan peningkatan akreditasi dari akreditasi A menjadi akreditasi internasional pada 2020.

“Sekarang ini sebagian program studi telah mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, dan melihat kondisi gedung, SDM, dan fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar saat ini, optimistis dapat meraih akreditasi tertinggi itu,” kata Ketua Lembaga Pusat Pembelajaran dan Penjamin Mutu Pendidikan (LP3MP) Unsri Syafaruddin, pada Yudisium Sarjana S1, S2, dan S3 Fakultas Hukum Unsri, di Palembang, Selasa.

Menurut dia, program studi atau fakultas yang sangat siap mendapatkan akreditasi internasional seperti Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Unsri saat ini mengantongi akreditasi A.

Upaya untuk mewujudkan target tersebut, pihaknya secara bertahap meningkatkan akreditasi program studi sejumlah fakultas saat ini status akreditasinya B.

Program studi pada fakultas yang masih akreditasi B akan didorong mempersiapkan diri memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam penilaian borang/tim penilai akreditasi BAN-PT, seperti sumber daya manusia (SDM) bidang pengajaran dan administrasi, penambahan peralatan laboratorium dan fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar lainnya.

Selain itu, pihaknya juga berupaya meningkatkan kualitas mahasiswa dan lulusan, karena salah satu poin penilaian akreditasi adalah lama belajar mahasiswa hingga mendapat gelar sarjana dan masa tunggu alumni mendapatkan pekerjaan.

Semakin cepat mahasiswa menyelesaikan pendidikan di kampus dan memperoleh pekerjaan atau membuka lapangan kerja, penilaian terhadap program studi dalam suatu fakultas akan tinggi.

Pihaknya berupaya mendorong mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan di bawah empat tahun, dan memiliki keterampilan di samping kemampuan mengaplikasikan ilmu sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari di Unsri, ujarnya lagi.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Mendikbud optimistis “full day school” tingkatkan SDM

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy optimistis program “full day school” mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia sehingga mampu bersaing di lingkungan regional maupun internasional.

Saat meresmikan gedung baru Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Jakarta, Kamis, dia mengutarakan bahwa prinsipnya untuk memajukan kualitas SDM nasional maka harus dibuat terobosan di bidang pendidikan.

“Kalau anak-anak cuma belajar sampai jam 12 (siang) maka tidak akan maju, saya berani jamin itu,” ujarnya dengan tegas sebagai tanggapan atas banyaknya penolakan terhadap program “full day school”.

Menurut dia, melalui “full day school” para siswa mampu mendapat pelajaran di luar kelas yang bisa membentuk karakter kuat seperti yang diamanatkan pemerintah melalui Revolusi Mental.

“Kalau ini dibiarkan, maka saat Indonesia berumur 100 tahun di tahun 2045 akan menghasilkan generasi yang lemah dan rentan kalah dalam persaingan di Asia,” pungkasnya menambahkan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Menteri Muhadjir juga menekankan dalam pembentukan karakter yang lebih berkualitas juga harus diimbangi dengan minat membaca yang tinggi.

Oleh sebab itu, Menteri Muhadjir pun mendukung keputusan mantan Menteri Pendidikan Anies Baswedan yang mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan (Permendikbud) no.23 tahun 2015.

“Saya sangat mendukung pak Anies yang mengeluarkan kebijakan agar membaca 15 menit sebelum belajar dan saya ingin agar Permen ini tetap dilaksanakan,” ujarnya menambahkan.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2016